Rabu, 09 April 2014

pramuka pembentuk karakter

Pramuka Apembentuk Karakter Bangsa
By: Tubagus Rahmat
Pemerintah sekarang ini telah menggembor-gemborkan bahwa pendidikan harus berbasis pada pembentukan karakter bangsa. Hal ini diupayakan karena tantangan dunia masa kini yang telah membuat Indonesia kehilangan karakternya sebagai bangsa timur.
Bagaimana tidak? rakyat Indonesia khususnya kaum muda zaman sekarang ini sudah tidak mencerminkan lagi seorang yang berbangsa timur melainkan sudah terkontaminasi oleh bangsa barat yang memiliki sifat individualisme yang tinggi, penampilan yang tidak cocok di terapkan oleh bangsa timur, dan sebagainya. Melihat fenomena tersebut, maka sudah waktunya rakyat Indonesia melakukan perubahan agar Indonesia mencerminkan kembali karismatiknya sebagai bangsa timur.
Pramuka adalah Salah satu wadah sebagai jawaban cita-cita pemerintah sekarang ini, karena Pramuka merupakan oraganisasi nasional yang bertujuan untuk membentuk para tunas bangsa yang memiliki nilai spritual dan mutu kualitas hidup yang kreatif dan inopatif .


Selain itu, tujuan pramuka adalah menjadikan kaum muda sebagai anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjdai calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan. Oleh karena itu, pramuka dapat dijadikan wadah untuk pembentukan karakter para kaum muda sebagai generasi penerus bangsa. Karena kaum muda merupakan agen of change yang menjadi acuan maju atau mundurnya kualitas bangsa.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pramuka melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat mengeksplorisasi pemikiran-pemikiran yang kreatif , inopatif, mandiri dan peduli. Baik yang sifatnya sebagai ajang persaingan agar adanya peningkatan mutu kualitas diri atau kegiatan-kegiatan yang dapat dirasakan oleh hal layak umum sebagai  pengabdian diri pada masyarakat. Ada suatu pandangan bahwa “ketika masuk pramuka maka anda berubah menjadi orang baik”. Hal seperti inilah yang menjadi cita-cita oleh bangsa indonesia sebagai karakter bangsa timur.



   

sejarah pramuka

Sejarah Kepramukaan Indonesia dan Kepramukaan Dunia
Oleh Tubagus Rahmat
1.      Sejarah Pramuka Indonesia
Kepanduan indonesia berawal sejak berahirnya perang dunia 1 pada tahun 1912, dengan adanya cabang "Nederlandse Padvinders Organisatie" (NPO) yang kemudian pada tahun 1916 berganti nama "Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging" (NIPV). Oraganisasi kepanduan pertama indonesia adalah "Javaanse Padvinders Organisatie" (JPO) yang dipelopori oleh S.P. Mangkunegara VII pada tahun 1916.
Pramuka berpengaruh besar untuk pergerakan indonesia pada masa itu. Hal itu terbukti dengan adanya "Padvinder Muhammadiyah" pada 1920, berganti   ,oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan "Syarikat Islam Afdeling Padvinderij" yang kemudian diganti menjadi "Syarikat Islam Afdeling Pandu" dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietishe Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia.
            Pada masa Hindia Belanda pramuka indonesia masih bernama kepanduan. Pada tahun 1930-1938 banyak terbentuk organisasi kepanduan baik yang berorientasi pada agama atau pun pada kebangsaan. Pada pendidikan kepanduan pada masa ini muncul keinginan kuat untuk bersatu, maka munculah PAPI (Persaudaraan Antar Pandu Indonesia) pada 23 mei tahun 1928. Pada kesempatan itu berkumpul Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS. Akibat dari perkumpulan itu, pada tahun 1930 terbentuk “Kepanduan Bangsa Indonesia”(KBI). Pada April tahun 1938 PAPI berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI). Kegiatan BPPKI pada tanggal 19-23 Juli 1941 mengadakan Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem (PERKINO).
            Sesudah kemerdekaan RI diadakannya Kongres kepanduan indonesia pada tanggal  19-23 Desember 1945 di Surakarta, dengan menghasilkan terbentuknya Pandu Rakyat Indoseia yang dikuatkan dengan “jani ikatan sakti”. Kenudian pemerintah mengakui bahwa pandu rakyat indonesia merupakan satu-satunya organisasi keperamukaan indonesia, hal ini dibuktikan dengan keputusan mentri pendidikan, pengajaran dan kbudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.
Kedudukan belanda di Indonesia Pandu Rakyat Indonesia tidak dibolehkan, oleh karena itu muncul kepanduan yang memisahkan putra dan putri yaitu Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda (KIM). Pada kongres ke II di jogjakarta 20-22 Januari 1950. memutuskan bahwa Pandu Rakyat Indonesia bukan satu-satunya kepanduan di indonesia karena penerintah memberi kesempatan kepada kepanduan membantu dalam menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan. Maka melalui keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab tertanggal 6 September 1951 pemerintah memutuskan agar kepanduan-kepanduan yang telah dilebur aktif kembali. 
            Pada tanggal 16 september 1951 perwakilan dari berbagai kepanduan berkumpul di Jakarta, diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) sebagai suatu kesatuan. IPINDO berhasil menjadi anggota keperamukaan sedunia. IPINDO untuk kepanduan lak-laki, sedangkan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Keduanya ini telah berhasil menyambut singgahnya Lady Baden-Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia.
 Dalam memperingati hari ulang tahun ke 10 IPINDO mengadakan jambore nasional di Ragunan, Pasar Minggu pada tanggal 10-20 Agustus 1955, Jakarta. Pada Januari tahun 1957 IPINDO juga menggelar seminar  kemurnian dan kelestarian hidup kepramukaan. PKPI juga mengadakan perkemahan besar putri disebut “Desa Semanggi” bertempat di ciputat desa semanggi tahun 1959. Pada tahun 1959 IPINDO juga mengirimkan kontingennya untuk mengikuti jambore dunia di Filipina.
Gerakan pramuka lahir pada tahun 1961, lahirnya Gerakan Pramuka ini dilatar belakangi oleh kejadian tahun 1960. Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang Rencana Pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).[1]
Pada tanggal 9 Maret 1961 presiden/mandataris MPRS mengundang para tokoh kepanduan di Istana Negara dan membicarakan tentang perlunyya perubahan metode dan aktifitas pendidikan kepanduan, maka para tokoh itu memutuskan bahwa kepanduan- kepanduan yang ada dilebur menjadi satu organisasi yaitu Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr. A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan.
Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu:
1.       Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA.
2.       Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
3.       Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
4.       Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.[2]




2.      Sejarah Kepramukaan Dunia
Berbicara sejarah kepramukaan dunia tentu tidak terlepas dari jasa Lord Robert Baden Powell of Gilwell, karena berkat jasa dan pengalaman beliua lah kepramukaan dapat berkembang dan aktif di dunia. Awalnya beliu melakukan pembinaan terhadap para remaja di tanah kelahirannya yaitu inggris yang akhirnya berkembang menjadi gerakan pramuka.
 Baden Powell dilahirkan di inggris pada tanggal 22 februari 1857, nama asli dari Baden powell adalah Robert Stephenson Smyth. Ayahnya bernama Powell seorang profesor di oxford univercity. Baden Powell ditinggal oleh ayahnya ketika ia masih kecil, Baden Powell merupakan anak yang pandai, multitalen dan jenaka karena hampir semua keahlian dapat Baden Powell kuasai. Misalnya hobi bermain sandiwara, berenang, berlayar, olah raga, mengarang dan menggambar.
Pengalaman Baden Powell sangat banyak sekali, ketika Baden powell di india menjadi pembantu letnan pada rasimen 13 Kavaler yang berhasil mengikuti kuda yang hilangdi puncak gunung. Kekurangan makan karena terkepung selama 127 hari oleh bangsa Beor di kota Mafeking di Afrika. Serta dapat mengalahkan raja Zulu di Afrika. Ia mendapat gelar Lord dari raja George. Pada tahun 1912 Baden Powell menikah dengan Olive dan memiliki tiga orang anak. Baden Powell meninggal pada tanggal 8 januari 1941     
Pada tahun 1908 Baden Powell menulis pengalamannya, dan disatukan menjadi sebuah buku berjudul “Scouting For Boy”. Buku ini sangat laris di pasaran dan tersebar di nnegara-negara lain, awalnya tulisan yang di tuangkan Baden Powell hanyalah untuk panduan kepramukaan yang di rintisnya. Adanya buku ini mengakibatkan berdirinya organisasi-organisasi kepramukaan untuk semua laki-laki yaitu Boy Scout.
Seiring berjalanya waktu, Pramuka di dunia terus berkembang. Pada tahun 1912 munculah kpramukaan untuk kaum perempuan yang di prakarsai oleh adiknya Baden Powell yaitu Agnes. Kepramukaan itu bernama Gil Guides. Tahun 1916 berdiri pramuka berusia siaga bernama CUB (anak srigala) dengan buku The Jungle Book karangan Rudyard Kipling sebagai pedoman kegiatannya. Buku ini bercerita tentang Mowgli si anak rimba yang dipelihara di hutan oleh induk serigala.
Pada tahun 1920 diselenggarakannya jambore dunia pertama bertempat di Olympa Hall, London. Kegistsn ini dihsdiri olrh 27 negara, pada saat itu pula Banden powell di angakt menjadi bapak pandu se-dunia. Pada tahun 1914 Baden Powell menulis buku untuk kursus para pembina pramuka dan pada tahun 1919 berdirilah sebuah tempat kursus pembina pramuka dengan nama Giwell Park.
Pada tahun 1920 terbentuk Dewan Internasional (DI) dengan sembilan anggota, sekretariat DI bertempat di london, inggris. Hingga akhirnya beberapa kali mengalami perpindahan sekretariat dan pergantian ketua.   


Daftar Pustaka
Sunardi, Andri BOB. 2006. Boyman (Ragam Latihan Pramuka). Bandung:    Nuansa Muda.
http//www.pramuka.org.com (Rabu, 20 juni 2012; pukul 17.45)




[1] “B A K T I   S A T Y A    L E G A W A”DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PANDEGA KWARDA BANTEN

[2] “B A K T I   S A T Y A    L E G A W A”DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PANDEGA KWARDA BANTEN

Undang-undang no 12 tentang gerakan pramuka tahun 2010

Selayang Pandang Undang-undang dan AD/ART Gerakan Pramuka
Oleh Tubagus Rahmat

1.       Undang-undang Gerakan Pramuka
Pramuka merupakan sebuah organisasi yang diakui keberadaannya di indonesia, salah satu buktinya ialah lahirnya Undang-undang Gerakan Pramuka tahun nomor 12 tahun 2010. Undang-undang ini ditetapkan oleh DPR RI pada tanggal 24 November 2012, tentu tidak mudah untuk melhirkan Undang-undang Gerakan Pramuka ini karena harus melalui proses yang pelik dan panjang.
Dengan adanya UU No. 12 tahun 2012 ini berarti adanya keputusan politik bersama seluruh rakyat indonesia untuk melaksanakan revitalisasi Gerakan Pramuka. UU pramuka ini ditetapkan agar menjadi dasar seluruh rakyat indonesia secara mandiri dalam melaksanakan kepramukaan yang berlandaskan kepada Bhineka Tunggal Ika.
Lahirnya UU No.12 ini dilandasi karena masih banyak kekurangan pada Keppres No 238 tahun 1961 diantaranya kurang jelasnya sangsi hukum pada larangan-larangan yang terdapat dikepres no. 238 tahun 1961, Kedudukan Keppres lemah, karena hanya mengatur kelembagaan terkait kepresidenan, tidak kelembagaan negara diluar kepresidenan. Oleh karena itu UU gerakan pramuka ini bertujuan untuk menguatkan Keppres No 238 dan menyelesaikan masalah yang di hadapi gerakan pramuka (keorganisasian dan sistem Gerakan Pramuka).
Undang-undang No 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka terdiri atas 9 bab dan 49 pasal, yaitu: Bab I  Ketentuan Umum (Pasal 1 s/d Pasal 4); Bab II Asas, Fungsi, dan Tujuan (Pasal 2 s/d Pasal 4); Bab III Pendidikan Kepramukaan (Pasal 5 s/d Pasal 19); Bab IV Kelembagaan (Pasal 20 s/d Pasal 35); Bab V Tugas dan Wewenang (Pasal 36 s/d Pasal 37); Bab VI Hak dan Kewajiban (Pasal 38 s/d Pasal 42); Bab VII Keuangan (Pasal 43 s/d Pasal 46); Bab VIII Ketentuan Peralihan (Pasal 47); Bab IX Ketentuan Penutup (Pasal 48 s/d Pasal 49).
2.      AD/ART Gerakan Pramuka
Setiap organisasi pasti memiliki AD/ART yang berbeda, karena setiap organisasi memiliki perbedaan visi dan misi, landasan hukum, dan kelembagaan. Begitu pula dengan Gerakan Pramuka yang meamang dianggap organisasi satu-satunya yang memiliki kedudukan hukum yang jelas.
 Anggran dasar (AD) adalah hal-hal yang melandasi sebuah organisasi, begitu pula dengan gerakan pramuka. Keputusan presiden terbaru mengenai AD Gerakan Pramuka ialah nomor 24 tahun 2009. Pada AD Gerakan Pramuka terdapat pendeskripsian mengenai gerakan pramuka, misalnya nama organisasi, satus hukum, tempat, dan lain sebagainya.
AD terdapat 12 bab yang membahas tentang Gerakan Pramuka secara umum yaitu tentang: nama, kedudukan dan waktu; Asas, Tujuan,  Tugas Pokok, dan Fungsi; Sifat, Upaya dan Usaha; Sistem Among, Prinsip Dasar Kepramukaan, Kode Kehormatan, Metode Kepramukaan, Moto dan Kiasan Dasar Gerakan Pramuka; Organisasi; Pendapatan dan Kekayaan.
  Anggran Rumah Tangga (ART) adalah hal-hal yang mengatur tentang bagaimana pengelolaan di internal atau orgnisasai pramuka itu sendiri. Agar organisasi berjalan dengan baik maka harus adanya pengelolaan yang baik pula, oleh karena itu harus ada pula standarisai peraturan-peraturan atau aturan-aturan main dalam mengelolanya. Setipa ART yang dibuat tentu harus mengacu kepada AD, karena ART merupakan penjabaran secara khusus tentang bagaimana praktik dan pengelolaan sebagaimana dijelaskan dalam AD.
Anggaran Rumah Tangga (ART) Gerakan Pramuka atas 14 bab dan 117 pasal, semua itu merupakan penjabaran dari Anggaran Dasar (AD) yaitu: Nama dan Tempat; Asas, Tujuan dan Tugas Pokok dan Sasaran; Pendidikan Kepramukaan, Sifat dan Upaya; Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, Kode Kehormatan Pramuka, Sistem Among, Moto Dan Kiasan Dasar; Anggota; Pramuka Utama; Organisasi; Tugas dan Tanggungjawab Pengurus; Musyawarah, Rapat Kerja dan Referendum; Pendapatan dan Kekayaan; Atribut; Pembubaran; Lain-lain.



peran dan fungsi asean

Fungsi dan Peran Indonesia Dalam ASEAN dan PBB
Oleh Tubagus Rahmat
1.      Fungsi dan Peran Indonesia dalam ASEAN
ASEAN ((Association of Southeast Asian Nations) merupakan sebuah organisasi di kawasan Asia Tenggra yang di dirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, yang sampai saat ini memiliki 10 negara sebagai anggotanya yaitu malaysia, indonesia, singapura, bruneidarussala, Filiphina, laos, kamboja, myanmar, vietnam dan thailand. ASEAN tercetus karena adanya persamaan nasib, budaya, kepentingan, dan persamaan geografis.
Awalnya ASEAN hanya dipelopori oleh 5 Mentri yang datang pada tanggal 8 agustus 1067 ialah: 1. Adam Malik, wakil dari Indonesia; 2. Tun Abdul Razak, wakil dari Malaysia; 3. Rajaratman, wakil dari Singapura; 4. Thanat Khoman, wakil dari Thailand; 5. Narsisco Ramos, wakil dari Filipina.
Prinsip utama  ASEAN adalah: Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara; Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar; Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota; Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai;  Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan; Kerjasama efektif antara anggota.
Tujuan ASEAN sebagai berikut:
1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.
2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional.
3. Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.
4. Memelihara kerja sama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada.

5. Meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara.
Fungsi dan peran indonesia pada asean secara umum adalah menjalankan prinsip pertama dan fungsi indonesia ikut serta dalam pengaplikasian tujuan yang khendak di capai oleh Asean.

2.      Fungsi dan peran indonesia dalam PBB
Perserikatan bangsa-bangsa merupakan organisasi yang didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945 oleh para perwakilan negara untuk menjaga perdamaian dunia. Secara khusus tujuan PBB  yaitu:
1.      Memelihara perdamaian dan keamanan dunia.
2.       Mengembangkan hubungan persahabatan antarbangsa berdasarkan asas-asas persamaan derajat, hak menentukan nasib sendiri, dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
3.       Mengembangkan kerjasama internasional dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusiaan.
4.       Menyelesaikan perselisihan dengan cara damai dan mencegah timbulnya peperangan.
5.      Memajukan dan menghargai hak asasi manusia serta kebebasan atau kemerdekaan fundamental tanpa membedakan warna, kulit, jenis kelamin, bahasa, dan agama.
6.       Menjadikan pusat kegiatan bangsa-bangsa dalam mencapai kerja sama yang harmonis untuk mencapai tujuan PBB. 

  Peran indonesia pada PBB hanya sebatas anggota biasa tidak sebagai anggota tetap, tetapi Mulai 1 Januari 2007, sebagai anggota Dewan Keamanan PBB selama dua tahun, Indonesia diberi kehormatan bersama-sama dengan lima negara besar (AS, Inggris, Prancis, China, Rusia) dan sembilan negara lain untuk memutuskan upaya-upaya mengatasi setiap konflik besar yang mengundang perhatian internasional. Sedangkan peran indonesia.
Daftar Pustaka
Anonymous. 2012. Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. http//id wikipedia.org/wiki/perhimpunan_Bangsa_bangsa_Asia_Tenggara#prinsip_Utama_ASEAN.
Cipto, Bambang. 2006. Hubungan Internasional Asia Tenggara. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

            Sumber Makalah:
Zainal Muttaqin: INDONESIA DALAM DUNIA GLOBAL Ditulis sebagai referensi pengisian SKU Pandega nomor 15


ANALISIS PSIKOLOGI TOKOH DALAM ROMAN SITTI NURBAYA KARYA MARAH RUSLI

ANALISIS PSIKOLOGI TOKOH DALAM ROMAN
SITTI NURBAYA KARYA MARAH RUSLI
Tubagus Rahmat
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
FKIP Untirta
Abstraksi
Kata Kunci :
Latar Belakang
Roman merupakan bagian dari karya sastra. Setiap generasi (periode) tentu menghasilkan karya sastra dengan gaya serta ciri khas yang menjadi pembeda antara satu periode dengan periode yang lain. Roman Sitti Nurbaya adalah karya sastra yang hadir ditengah-tengah karya sastra lainnya yang berkembang pada periode 1900-1933. Periode ini menjadi babakan periodisasi sastra pertama di kesusastraan Indonesia.[1] Roman ini merupakan hasil dari inspirasi roman sebelumnya yaitu Azab dan Sengsara (1920) yang bertemakan kawin paksa. Selain itu, roman Sitti Nurbaya adalah roman kedua yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia setelah roman sebelumnya ‘Azab dan Sengsara’. Roman ini menjadi salah satu roman terpenting pada masa itu. Selain diterbitkan dalam bahasa Indonesia, roman ini merupakan wajah kondisi pada masa itu. Roman ini ditulis oleh pengarang yang bernama Marah Rusli. Seorang yang terpelajar dari tanah Minang.
Kebermenarikan lain dalam roman ini ialah mampu mengkritisi kepincangan peraturan adat istiadat yang mengakar dikehidupan masyarakat Minang. Selain itu, walaupun secara tersirat, roman ini juga menggambarkan kesengsaraan rakyat Indonesia di jajah oleh kolonial Belanda. Itulah beberapa alasan mengapa saya memilih roman Sitti Nurbaya sebagai objek analisis penulis. Penulis mencoba lebih memperhatikan penyilangan konsep tokoh. Ada beberapa tokoh yang menyimpang dari jalan penokohan yang semestinya. Apa yang melatarbelakangi tokoh tersebut melakukan hal demikian? Lalu adakah dampak psikologis pada tokoh yang bersangkutan? Maka dari itu penulis memilih kajian pendekatan psikologi sastra sebagai dasar pijakan.
Landasan Teori
Kajian Pendekatan Psikologi Sastra
            Istilah “psikologi sastra” mempunyai empat kemungkinan pengertian. Pertama adalah studi psikologi pengarang. Sebagai tipe atau sebagai pribadi. Keduan adalah sebagai studi proses kreeatif. Ketiga studi tipe dan hukum-hukum psikologi yang diterapkan pada karya sastra. Dan yang keempat mempelajari dampak sastra pada pembaca (psikologi pembaca).
            Istilah seniman menurut Freud asal mulanya adalah seorang yang lari dari kenyataan ketika untuk pertama kalinya ia tidak dapat memenuhi tuntutan untuk menyangkal pemuasan insting. Kemudian dalam kehidupan fantasinya ia memuaskan keinginan erotic dan ambisinya. Tetapi, ia dapat menemukan jalan untuk keluar dari dunia fantasi ini dan kembali kenyataan; dan dengan bakatnya yang istimewa, ia ia dapat membentuk fantasinya untuk menjadi suatu jenis realitas baru, dan orang menerimanya sebagai bentuk perenungan hidup yang bernilai. Jadi dengan jalan khusus ia menjadi sang pahlawan, raja, pencipta, tokoh favorit yang memang diinginkannya tanpa harus melalui jalan berputar untuk membuat perubahan nyata pada dunia luar.
            Penyair adalah pelamun yang diterima masyarakt. Penyair tidak perlu mengubah kepribadiannya, ia boleh meneruskan dan mempublikasikan lamunannya.
            Batasan seperti itu, menempatkan filsuf dan “ilmuwan murni” satu kelompok dari penyair, dan isi semacam “redaksi” berdasarkan aliran positifisme – membatasi kegiatan kontemplatif pada pengamatan dan proses memberi nama saja, tanpa tindakan aktif.
            Kebanyakan pengarang sekarang mulai meninggalkan Freudianisme dan mereka yang sudah memulai, berhenti membuat psikoanalisa. Kebanyakan penyair menolak untuk disembuhkan atau menyesuaikan diri dengan norma masyarakat. Menyesuaikan diri berarti mematikan dorongan menulis, atau mengikuti arus lingkungan yang dianggapnya munafik atau borjuis.
            Teori seni sebagai gangguan emosi menampilkan masalah hubungan imajinasi dengan kepercayaan. Apakah novelis sama dengan anak kecil yang “suka mengarang”, merekrontruksikan pengalaman semuanya sendiri kadang-kadang untuk menonjolkan diri? Atau apakah pengarang seperti pengarang menagalami halusinasi, mencampuradukan kenyataan dengan khayalan yang diidam-idamkan atau yang ditakut-takutkannya? Sejumlah novelis pernah mengaku melihat dan mendengar tokoh-tokoh mereka. Tetapi mungkin sejumlah novelis mempunyai kemampuan yang umum dimiliki anak-anak yaitu kemampuan membayangkan hal-hal eidetic (bayangan yang bersifat indrawi, bukan berdasarkan ingatan atau tiruan atas objek tertentu).
Pembahasan
Daftar Pustaka
Sumber Buku :
Rusli, Marah. 2008. Sitti Nurbaya. Jakarta : Balai Pustaka
Warren, Austin & Rene Wellek. 1995. Teori Kesusastraan. Jakarta : Gramedia
Rosidi, Ajip. 1965. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Bandung : Binekacipta
Sumber Jurnal:



[1] Ajip Rosidi, Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia.